AKSI HTN, WARGA TEKAN BUPATI KONSEL CABUT IUP DAN HGU

Walhi Sulawesi Tenggara


WALHI SULTRA, Kendari – Dalam memperingati hari tani nasional yang jatu pada 24 september 2017, ALIANSI TANI SULTRA BERSATU (WALHI SULTRA, KPA SULTRA, PUSPAHAM SULTRA, STKS, WONUA MEKONGGA) mengelar
aksi damai dikantor Bupati Konawe Selatan (KONSEL). Senin (02/10/17)
 Setelah menggelar aksi di kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (SULTRA) beberapa hari yang lalu tepatnya 27/9/2017. ATSB kini melanjutnkan aksinya di kantor Bupati Konawe Selatan

Aksi yang tergabung dari berbagai unsur petani yang datang dari beberapa wilayah sperti kec. Angata, kec. Landono (desa aronggo), kec. Moramo (desa marga cinta), kec. Kolono dan kec. Kabupaten Palangga KONSEL


Aksi kali ini dibarengi dengan teahtrikal tentang kehidupan sosial masyarakat TANI yang dirampas hak milik tanah garapan yang penuh dengan intimidasi dan kriminalisasi oleh PT. MERBAU DAN PT. TIRAN.

“masuknya investor perkebunan sawit dan pertambangan di kabupaten konawe selatan, lahan rakyat menjadi berkurang akibat perampasan investor rakus” orasi Torop Rudendi selaku kordinator

Lanjut orasi “pemerintah Kab. KONSEL segerah menyelasiakan konflik agraria kemudian segerah menangkap dan mengadili pelaku kriminalisasi kemudian mencabut atau memoratorium IUP, HGU yang berkeliaran di KONSEL khususnya yang masuk diwilayah kelola rakyat”

Selang satu jam berdiri dipelataran kantor Bupati Konsel masa aksi kemudian ditemui langsung oleh Bupati Konsel Surunuddin Dangga, dalam pertemuan ini masyarakat tani menyampaikan aspirasinya dan alhamdulillah Surunudin respons dengan baik.

“semua aspirasi ini saya akan segerah menindak lanjuti tapi kami butuh waktu tiga bulan untuk mengatasinya dan saya mempercayai tiga bulan belum ada ciri-ciri penyelesaian maka masyarakat tani bisa kembali untuk berunjuk rasa sesuai janji saya” Ujar Surunudin

Masyarakat tani merasa legah mendengar janji Bupati, tidak lama kemudian masa aksi membubarkan diri yang dikawal oleh pihak keamanan (POLRES KONSEL). (Hm1)

Leave a Reply