Tuntutan Aktivis Untuk Hentikan Masela

Jurnal, Walhi Sulawesi Barat

AMBON—Puluhan aktivis dan pemerhati lingkungan Maluku yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Selamatkan Lingkungan (Masela) menuntut pemerintah pusat dan operator ladang gas Blok Masela untuk memilih opsi eksplorasi yang paling memakmurkan manusia dan melindungi alam dan lingkungan.
Pasalnya, pengembangan Blok Masela yaitu membangun Kilang LNG Terapung (Floating LNG/FLNG) atau membangun Kilang LNG Darat (Onshore LNG/OLNG). Pembangunan akan dilakukan di Pulau Yamdena yang menjadi bagian dari gugus Kepulauan Tanimbar.

Opsi Kilang Terapung berarti gas diambil dari dasar laut dan langsung diolah oleh kilang diatas kapal. Skema ini hanya membutuhkan sekitar 40 hektar lahan sebagai basis penyediaan logistik (logistic supply base).
Kehadiran basis penyediaan logistik beserta pelabuhan pendukungnya akan memberikan berbagai dampak ekonomi bagi daerah dan masyarakat setempat karena bakal menyerap ribuan tenaga kerja lokal, belum lagi industri ikutan lainnya seperti gas rumah tangga, peternakan, restoran, binatu, dan sebagainya.
Sedangkan Kilang Darat (onshore) berarti gas diekstrak melalui jejaring pipa bawah laut sepanjang 150 kilometer sampai dengan 600 kilometer—tergantung titik lokasi kilang yang ditunjuk—ke fasilitas Kilang LNG di daratan. Areal daratan yang dibutuhkan untuk membangun kilang tersebut sekitar 800 hektar.

Leave a Reply