Pemprov Sulteng Promosikan Wisata Tahura Ngatabaru

Jurnal, Newsletter, Pesisir dan Pulau - Pulau Kecil

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai 2016 ini gencar mempromosikan potensi wisata Taman Hutan Raya (Tahura) sebagaia wisata ekologis yang terletak di Desa Ngatabaru, Kabupaten Sigi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tengah Hj. Siti Norma Mardjanu, di Palu, Selasa, mengutarakan promosi potensi wisata Tahura Ngatabaru Bukit Penghijauan Soeharto itu akan dilakukan hingga ke tingkat nasional.

“Tahun ini juga kami akan mulai mempromosikan potensi wisata Tahura Ngatabaru, promosinya tidak hanya di skala lokal melainkan akan sampai ke tingkat nasional,” katanya.

Saat ini, kata Norma Mardjanu, pihaknya sedang menyusun konsep pengembangan promosi dengan melibatkan pihak-pihak swasta dan unsur pemerintah terkait lainnya.

Dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pertemuan di lokasi wisata tersebut dengan menghadirkan jajaran Dinas Kehutanan, UPT Tahura, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, serta masyarakat di desa tersebut.

“Perlu dilakukan sinkronisasi lintas-stakeholders termasuk masyarakat sekitar agar ketika potensi wisata ini mulai dikunjungi wisatawan, maka masyarakat dan pemerintah sudah harus siap,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulteng mulai mengembangkan potensi wisata di lokasi taman hutan raya di pinggiran Kota Palu tersebut sebagai upaya peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan ekowisata.

“Tahun ini Pemprov Sulawesi Tengah akan memulai pengelolaan ekowisata pada kawasan tahura, yang diawali dari lokasi Bukit Penghijauan Soeharto di Desa Ngatabaru, Kabupaten Sigi,” ungkap Norma Mardjanu.

Bukit penghijauan di Desa Ngatabaru menjadi salah satu sasaran pengembangan wisata berbasis ekologis yang didukung dengan berbagai sarana yang tersedia.

Saat ini, kata dia, lokasi yang luasnya empat hektare itu telah dilengkapi berbagai sarana, berupa ketersediaan air bersih, penataan taman dan pohon yang rindang, oleh pemerintah melalui Dinas Kehutanan Sulteng dan UPT pengelola Tahura.

Pemerintah, urai dia, juga telah menyediakan akses internet wifi, tempat nginap/villa, tempat parkir, lokasi outbound, gedung pertemuan, menara, tempat ibadah, camping ground, dan jalur tracking dengan sarana air bersih dan listrik walau belum memadai.

Leave a Reply